Cloudy Morning #Shoufeng #Dong Hwa University #Library #5th Floor #January 2
Tak pernah biasanya aku 'spy on' Abang. Tak biasanya aku mengikuti kegiatannya di kampus. Aku hanya pernah sekali diajaknya orientasi kampusnya bak ospek mahasiswa baru dan membayar SPP kuliahnya. Selain itu aku hanya tahu jadwal kuliahnya. Senin libur atau R course, Selasa seminar, Rabu lab meeting, Kamis libur or ke perpus, Jumat kuliah sama proffesor. Udah. Aku memilih yang hari Kamis. Menurutku itu hari yang paling pas.
Haha, tidak ada rencana sama sekali sebelumnya bakalan mengekor sampai ke kampusnya. Aku pikir Kamis ini Abang akan libur, tapi dia terlihat mandi dan berpakaian rapi, oh ternyata dia mau ke perpus. Aku berdiri sigap.
"Abang aku ikuuuut." pintaku manja.
"Ya ayuk." jawabnya singkat.
Aku berlari masuk ke kamar mandi segera. Lantang berteriak sambil menyalakan shower. "Tunggu aku, mandi lima menit!"
Setelah berjilbab kilat, tanpa make up, aku menggendong tas pinkku berisi buku dan pulpen selayaknya mahasiswa sungguhan lalu melaju dengan sepeda keranjangku. Ahh, ke kampus bersama Abang. Waa, aku jadi membayangkan, kalau seandainya kita sekolah dan satu kampus bersama kayaknya lebih asyik lagi. Yang nggak asik cuma tugas-tugasnya, heheheh.
Pasang muka cuek adalah pose andalan. Aku berlagak jadi mahasiswa Dong Hwa. Ah, aku masih unyu dan pantas kok jadi mahasiswa undergraduate semester 1. Hihihi. Toh para mahasiswa disini juga bodo amat kok sama kedatanganku. Gak ngefek. Gak ada yang minta tanda tangan atau foto bareng, hehe. Disini sang dosen atau pihak kampus tidak memberikan aturan yang ketat pada mahasiswanya. Mereka boleh mengenakan dress code apa saja, Bahkan aku melihat mereka berhot-pant dengan kaos oblong dan sandal jepit. Mereka tak peduli. Tidak se-apatis di kampus Indonesia yang kadang harus memakai baju itupun harus berkrah. Tak boleh masuk kalau tanpa sepatu. Ah dunia mahasiswa yang masih satu Asia aja sudah banyak bedanya,
Aku membuntuti Abang naik lift ke lantai 5. Tempat buku-buku referensi berbahasa Inggris. Sepi tapi CCTV dimana-mana. Tidak ada celah sedikitpun untuk menguntit, apalagi ada sensor khusus seperti di supermarket di pintu keluar perpus. Aku menyentuh satu persatu buku di rak. Apa ya yang mau aku baca. Hari ini setidaknya aku dapat satu ilmu baru. Aha! Mataku tertuju pada salah satu buku wajib mahasiswa biologi, tebal dan sudah lama kutinggalkan. Biology Campbell.
Terkesimaku pada buku ini karena gambar makronya yang full color dan sangat indah. Buku dengan gambar dan warna pasti lebih menarik sang pembaca daripada buku teks penuh teori tanpa ilustrasi. Pasti membosankan banget. "Ini kan cerita biologi. Cerita tentang alam sekitar." Aku sok menghakimi.
Satu setengah jam aku masih bertahan. Namun setelahnya,aku beranjak. Aduuuuhhh Gussti pikiranku berat sekali mengingat-ingat lagi pelajaran kuliah dulu. Ternyata sudah setahun aku lulus, dan dua tahun lamanya aku tak pernah belajar lagi tentang jurusan yang pernah kugeluti dan kuperjuangkan itu. Bagimana itu proses metabolisme karbohidrat, DNA dan derivatnya, struktur sel hewan dan tumbuhan. Aaaa.. mau pecah kepalaku. Aku menutup buku tebal itu, lalu mngembalikan pada rak semula. Berharap aku menemukan hal yang lain di buku yang lain pula. Akupun menyusuri rak rak yang berjejer rapi dan menyelinap di lorong-lorongnya. Persis seperti di fil horor Thailand. Ah, aku ini berkhayal di siang bolong.
Rak 1128, tempat aku mengambil buku Introduction to Learning English, setelah capai berjinjit, mencari , mengintai label dan judul buku satu-satu namun tak jua menemukan buku-buku tentang sastra Korea. Akhirnya aku mengambilnya. Berharap bisa menambah wawasanku tentang bahasa Internasional tersohor itu. Membawanya kembali ke meja-meja dan kursi di ujung dekat jendela, tempat Abang duduk dengan notebooknya. Namun, sebelum sempat menjangkau wajah Abang disana, tiba-iba suara asing menyambangiku.
"Hello"
Aku terhenti. Wah jangan-jangan ini benar-benar hantu film horror Thailand yang aku ceritakan tadi. Aku menoleh, tidak seperti dramatis yang aku bayangkan. Bukan wajah oriental, bukan wajah orang Thailand pula tapi seorang bule blonde berbadan tinggi yang menyapaku terlebih dulu. Waa, tahu gitu tak perlu mengambil buku ini langsung aja praktik sama native speakernya, ehehhee. Aku usil.
"Ya." Jawabku masih terheran-heran.
"You are Abdul's wife right? I've ever seen you on facebook." Alhamdulillah aku menangkap apa yang dia katakan.
Aku tersenyum . " Yes, Sorry, but who are you?" kataku asal nyeplos. Seharusnya aku tanya dengan lebih sopan kan, "What is your name". gitu kan? Ini malah "who are you", kayak si bule itu alien saja.
"I'm Dali."
"Im Sandra" balasku. "Abdul is over there, lets join us." Aku sok-sokan. Ngomongku terdengar sangat belepotan.
"Thank you, but I have to go to lab." sambil melangkah hendak pergi, sepertinya waktu telah berdiri di bekalangnya untuk memburunya.
"Oh okay. Nice to meet you .See you. Bye."
"Nice to meet you to, bye bye " katanya sambil melambaikan tangan dan pergi.
Conversationnya sama kayak di buku LKS Bahasa Inggris Jilid 1 Untuk SMP Semester 1.
Well, aku tetap melanjutkan belajarku dengan buku English itu, dan terhenti ketika Abang mengajakku pulang karena sudah waktunya solat zuhur dan makan siang.
Note : Aku semakin semangat belajar ke luar negeri karena hari ini! Thanks Abang :)
Dong Hwa Library, Taiwan
January 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berbagi kebahagian, disini ya..